Selasa, 24 Juli 2012

Mode: Sejarah tentang Narsis

Kata narsis sebenarnya diambil dari mitologi Yunani tentang seorang cowok bernama Narcissus. Dikisahkan ada seorang cowok sangat ganteng bernama Narcissus. Dia adalah anak dari dewa sungai Cephissus dan peri Liriope. Ya ngga heran ya, gabungan antara dewa dan peri hasilnya pasti ganteng banget.
Karena ganteng, jelas banyak banget cewek-cewek jatuh cinta kepada Narcissus. Sayang, ngga ada satu pun yang menarik perhatiannya. Salah satu cewek yang jatuh cinta kepada Narcissus adalah Echo. Cewek ini benar-benar jatuh cinta hingga dia rela mengejar Narcissus sampai ke gunung dan terus menguntit kemana pun Narcissus pergi. Lama-lama cowok ini sadar juga dia punya pengikut. Ketika Echo bilang kalau dia suka kepadanya, Narcissus menolaknya.
Echo sedih banget
. Cewek ini segera sembunyi di tengah hutan yang sepi. Tubuh Echo makin lama makin menghilang hingga yang terdengar cuma suaranya.
Melihat kesedihan Echo, dewi Nemesis berniat memberikan pelajaran buat Narcissus. Dia menghukum Narcissus agar dia jatuh cinta kepada dirinya sendiri. Kejadian deh…suatu hari Narcissus sedang berjalan dan tanpa sengaja dia melihat ke sungai Styx. Narcissus kaget banget melihat ada wajah seseorang yang begitu ganteng. Sekali melihat, Narcissus langsung jatuh cinta. Dia tidak beranjak sedikit pun. Cowok ini terus saja menatapi wajahnya sendiri sampai dia mencoba mencium bayangannya sendiri. Ia lalu kecebur sungai dan meninggal. Dewa-dewa lain menemukan mayatnya dan mengubahnya menjadi bunga yang di sebut bunga Narcissus.

Semua bersedih mendengar kabar malang Narcissius, terlebih peri Echo. Ia tak henti-hentinya menangisi jasad Nacissius di sampingnya. Meratap hingga tertidur karena kelelahan. Ketika terbangun keesokan harinya, ia tak melihat jasad pemuda yang dicintainya lagi. Di sampingnya justru merekah sekuntum bunga, bunga Narsis (Amararylidaceae: Latin) yang kerap digunakan bangsa Yunani pada upacara kematian hingga saat ini. Peri Echo tak mampu menahan sembilu hatinya, ia berjalan tanpa arah ke dalam hutan dan akhirnya meninggal. Peri cantik itupun hilang dalam dukanya. Orang-orang percaya Echo tidak sepenuhnya pergi dan masih berdiam di sudut tersembunyi, Mereka yang percaya menganggap pantulan suara yang mengulangi kata terakhir dari kalimat yang terucap ketika berteriak di dalam hutan adalah jelmaan Echo.

Versi lain menyebutkan bukan Echo yang jatuh cinta kepada Narcissus melainkan seorang pria bernama Ameinias. Kesal “dikejar-kejar” Ameinias, Narcissus mengiriminya sebuah pedang sebagai hadiah. Kesal karena cintanya ditolak Ameinias bunuh diri di hadapan Narcissus dengan pedang yang dihadiahkan kepadanya. Sebelum bunuh diri, Ameinias mengutuk Narcissus bahwa Narcissus akan jatuh cinta kepada bayangannya sendiri dan dalam keputusasaannya Narcissus akan bunuh diri.
Narcissus merupakan legenda mitologi Yunani, menceritakan tentang cerminan pemuda cantik yang setiap hari berlutut di dekat sebuah telaga. Ia begitu terpesona dengan ketampanan sendiri sehingga suatu hari ia terjatuh ke dalam telaga dan tenggelam. Di titik tempat jatuhnya itu tumbuh sekuntum bunga yang dinamakan narcissus. Setelah Narcissus mati, dewi-dewi hutan mendapati telaga tadi, yang semula berupa air segar berubah menjadi telaga airmata asin.
“Mengapa engkau menangis?” Tanya dewi-dewi itu kepada telaga.
“Aku menangisi Narcissus” jawab telaga.
“Oh tak heran, jika kau menangisis Narcissus” kata mereka, “Sebab walau kami mencari dia di hutan, hanya kaulah yang dapat mengagumi keindaannya dari dekat”
“Tapi…indahkah Narcissus?” Tanya telaga
“Siapa yang mengetahui lebih daripada engkau?” dewi-dewi bertanya heran. “Di dekatmulah ia tiap hari berlutut mengagumi dirinya!”
Telaga terdiam beberapa saat. Akhirnya dia berkata:
“Aku menangisis Narcissus, tapi tak pernah kuperhatikan bahwa Narcissus itu indah. Aku menangis karena, setiap ia berlutut di tepianku, aku bisa melihat, di kedalaman matanya, pantulan keindahanku sendiri”
Kisah Narcissius dikenalkan oleh Sang Alkemis, Paulo Coelho, Alvabet,2001, Alkemis mengambil buku yang dibawa seseorang dalam karavan. Membuka-buka halamannya, dia menemukan sebuah kisah tentang Narcissus. Dalam Psikiatri Freudian dan psiko analisi, terminologi narcissism dikenal sebagai kondisi self-esteem yang berlebihan, suatu kondisi yang biasanya adalah bentuk dari ketidakmatangan emosional.
Sumber http://jonathan149.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar